SDN Cilumbu Butuh Perbaikan

Posted by Unknown Sabtu, 05 Oktober 2013 0 komentar
Photo ; Rohidin ZA, S.Pd. Kepala Sekolah SDN Cilumbu (Kiri) dan Ruang Kelas yang butuh perbaikan (Kanan)


Kab. Tasikmalaya, Lintas Metro
  Sekolah merupakan tempat kegiatan proses belajar mengajar,  sehingga dari hasil proses tersebut mampu menghasilkan siswa siswi yang siap taat kepada Nusa dan Bangsa serta menyandang etika yang diberikan para Guru di Sekolah tersebut. 
  Sekolah harus mampu diterima oleh masyarakat karena berdedikasi dan berkarakter. Namun hal tersebut ternyata harus didukung dengan sarana dan prasarana sekolah yang memadai.
  Rohidin ZA, S.Pd. Kepala Sekolah SDN Cilumbu mengatakan kepada Lintas Metro, “sekolah tersebut harus mampu menarik minat para anak didik dan calon anak didik, supaya tertarik serta merasa betah melakukan kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah, pasalnya kalau tidak demikian akan kekurangan anak didik, apalagi kondisi sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar dan mengajarnya tidak memadai”. Ujarnya. 
  Ditambahkan Rohidin, “Seperti halnya SDN Cilumbu di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya yang berdiri tahun 1959 kini memiliki murid 236 orang murid dengan 11 tenaga pengajar/ pendidik berikut Kepala Sekolah terdiri dari 4 PNS dan 7 Guru Bantu” saat ini memang akan mendapatkan bantuan rehab ringan dari Pemerintah sebanyak 2 lokal, namun meski demikian SDN Cilumbu masih membutuhkan perbaikan untuk 1 ruang belajar lagi”. Tambahnya.
  Rohidin berharap kepada Peme- rintahan Kabupaten Tasikmalaya tentunya Dinas terkait dapat meninjau keberadaan ruang belajar yang ada di SDN Cilumbu dan dapat segera merealisasikan kelemahan serta kehawatiran yang ada.  dengan lapuknya Ruang belajar (Ruang kelas)  maka yang tadinya Ruangan Kantor kini dijadikan Ruang Kelas (belajar), mengingat ruang kelas tersebut sudah lapuk dan meng- hawatirkan akan ambruk saat murid sedang belajar. Pungkasnya. 
(LM-05/07)

Dana PPIP Tahun 2013 Untuk Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Banyak Yang Mengklaim, "Akulah Pengusungnya" BPK RI, KPK, Kejari, Kepolisian Diharap Turun Tangan

Posted by Unknown Jumat, 04 Oktober 2013 0 komentar

Oleh ; R Ipung Nurdiana

  Rencana diturunkannya Dana PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) Tahun 2013 yang rencananya akan diturunkan (di cairkan) untuk Wilayah Kabupaten Tasikmalaya kini hanya jadi bahan "Obrolan" dan peng-klaiman tentang pencairannya, "Entah kapan" dan siapa pengusungnya, itu yang jadi bahan obrolan para Kepala Desa se-Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
  Sahabat-ku di lapangan membisikan kepadaku "Bahwa ada pertemuan rahasia di Sebuah Hotel (Semi Bintang yang terletak di Kota Tasikmalaya) pada waktu lalu dan penulis sempat bertanya, "Kapan turunnnya? dan siapakah yang harus di hubungi sekarang?, dan Dinas mana yang terkait Program ini?. Sahabatku pun sempat membisiki "Tepat di telingaku" inilah Namanya, (…………) ". Bisiknya.
  Lalu aku mencoba bertanya dengan Instingku yang suka rada nyeleneh kepada seseorang yang kurasa bisa Menjawab keherananku, orang kedua (Temanku Juga) bercerita juga, "Nanti pokoknya 48 Desa yang ada di Wilayah Pemkab Tasikmalaya dari Jumlah 351 Desa yang ada di Wilayah ini pasti akan menerima Dana PPIP tersebut". Dia bicara dengan nada rada berbisik ke Telingaku.
Tetap aku bertanya kepada Temanku itu seperti pertanyaan yang ku ajukan ke Temanku yang pertama, namun yang mengherankan, kenapa yang mengklaim Dana itu atas "USUNGAN" dirinya sendiri atas dasar bahwa Dirinya orang Dekat dengan "Pusat" (Jakarta).
  Kedua kalinya aku Heran , yang jadi ganjalan pertanyaan hatiku adalah "Kenapa Nama pengusung Dana PPIP ke Kabupaten Tasikmalaya itu ada beberapa orang yang mengklaim dan apa maksud dan Tujuannya?,aku tidak lantas menjejali dia dengan "Kriteria" Pernyataan karena aku takut "Menyinggung" perasaanya.
  Yang lebih mengherankan lagi , Rumor tentang adanya "Jual-Beli" Program dan bagi aku sebelum Data kejanggalan tentang hal tersebut harus ada Bukti Fisik dulu  , keherananku bertambah ketika aku mendengar bahwa Dewan  Perwakilan Rakyat Pusat & Daerah itu Pun mengklaim Dana PPIP 2013 ke Kabupaten Tasikmalaya itu mereka yang mengusungnya ,,,!!! dan para Kepala Desa yang kini hanya bisa menunggu dan menunggu"Benar" cair apa bagaimana atau apa tidak?? .
  Setelah berbagai pertanyaan yang "Terus menghantui" pikiranku sebagai penulis , kini aku tidak bisa berfikir lagi , karena Dana yang di Sediakan Rp.250.000.000/Desa Usungan itu , kini banyak yang mengklaim "Bahwa Seseoranglah yang mengusungnya" dan Manfaat bagi si-Pengusung mungkin "Tentang Vie" "Pi" atau Fi,,Proyek tersebut (Mungkin itu baru dugaanku) .
  Aku sempat berfikir " Dana PPIP Tahun 2013 untuk Wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang di Rencanakan untuk 48 Desa Usungan harus di Kawal Team Ahli Hukum atau Setara Kejaksaan Republik Indonesia dan BPK RI, atau KPK harus Turun Tangan ,,!!!" Nantinya karena Pradugaku (Mudah-mudahan gak Salah) kenapa mesti banyak yang mengklaim?. (Penulis adalah Pimpinan Redaksi SKU Lintas Metro)

Sosialiasai Standar Peningkatan Mutu ( SPM ) UPTD Pendidikan Wilayah Kecamatan Samarang

Posted by Unknown 0 komentar
Kab. Garut, Lintas Metro
Rapat sosialisasi SPM (Standar Peningkatan Mutu) digelar di Gedung PGRI Kecamatan Samarang Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kabid TKSD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, serta Seluruh kepala sekolah se UPTD Pendidikan Samarang sebanyak 35 Kepala Sekolah.
H.Udan S,Pd, Kepala UPTD Pendidikan Wilayah Kecamatan Samarang mengatakan kepada Lintas Metro, dalam kesempatan tersebut menghadirkan pembicara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut  H,Muharam S.Pd  Pengawas TK dan Sekolah Dasar Kabupaten Garut, belum lama ini.
Kepala UPTD dalam pidatonya menegaskan bahwa di era globalisasi dengan kemajuan  yang serba canggih ini, para guru baik SD dan TK  maupun SLTP sudah harus dapat menguasai seluruh elektronika , komputerisasi dan sebagainya, dan para guru dituntut harus siap pakai, karena konsep konsep permasalahan yang timbul adalah manakala sang guru tersebut mulai bekerja. Paparnya.
H.Udan S,Pd menambahkan pula bahwa ada 4 komponen kompetensi Dasar penting yang harus dimiliki serta dipahami  oleh seorang guru : pertama kompentensi faedagogik, kedua kompentensi  profesionalisme, ketiga kompentensi  kepribadian dan yang terakhir adalah kompentensi  sosial. Jelasnya.

Berdasarkan surat kementrian Dalam negeri No 100/1023SJ tentang percepatan pelaksanaan penerapan dan pencapaian standar Pelayanan Minimal (SPM ) didaerah tanggal 26 Maret 2012 maka Kabupaten / kota diwajibkan menyampaikan laporan semester I dan Laporan Tahunan (semester II). laporan semester I disampaikan pada bulan Juni yang memuat kondisi aktual perkembangan penerapan SPM, sedangkan laporan  Tahunan (Semester II) disampaikan akhir Desember yang memuat laporan Tahunankinerja Penerapan dan Pencapaian SPM.  (LM 10)

Suryana A.S. Siap Tandang Memimpin Di Desa Nangtang

Posted by Unknown 0 komentar
Suryana Kades Nangtang

Kab. Tasikmalaya, Lintas Metro
Menjadi seorang Pemimpin merupakan sebuah harapan bagi setiap orang, baik itu pimpinan rumah tangga, lembaga atau pimpinan daerah. Tentunya selaku pemimpin harus berhadapan dengan tanggung jawab dan konsekuensi yang tak mungkin lepas dari pundaknya.
Seperti halnya sosok Suryana A.S. yang pada bulan lalu terpilih dan resmi dilantik jadi Kepala Desa Nantang Kecamatan Cigalontang – Tasikmalaya. Dengan hasil perolehan suara yang cukup significant. Atas terpilihnya Suryana selaku pemimpin Desa tersebut, sudah barang tentu banyak harapan warga yang harus terakomodir untuk kemajuan Desa kedepan.
Saat ditemui Lintas Metro diruang kerjanya, Suryana menegaskan bahwa pihaknya dengan segala kemampuannya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk warganya. Namun menurut Suryana hal yang berkaitan dengan kemajuan Desa, semuanya tidak terlepas dengan adanya koordinasi dengan Lembaga yang ada di Desa, seperti BPD, LPM, MUI, Karang Taruna juga tokoh masyarakat. Untuk itu pihaknya minta dukungan dan bantuan dari semua komponen, karena saya tidak mungkin berjalan sendiri. Ungkapnya.

     Disinggung tentang rencana pergantian perangkat Kades yang juga jurnalis ini Suryana menegaskan bahwa hal tersebut masih terlalu dini untuk merombak perangkat, selama semuanya berjalan baik. “Ya Lanjut!”. Pungkasnya. (LM-02)

Pemilihan Kepala Desa Wandasari berjalan lancar

Posted by Unknown 0 komentar
Kab. Tasikmalaya, Lintas Metro
Pesta Demokrasi Pilkades Desa Wandasari Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan baru-baru ini bertempat di Komplek Kantor Desa / Lapangan OR Sepak Bola Desa Wandasari, yang diikuti oleh 2 kandidat calon Kepala Desa, Nomor urut 1 Wawan Kartiwan S.Ip. dan no urut 2 Kamal.
Drs. Maman Aturohman Camat Kecamatan Bojonggambir dalam sambutannya mengatakan, “Kepada yang kalah jangan berkecil hati karena kekalahan adalah kesuksesan yang tertunda dan kepada pemenang jangan membusungkan dada dan berharap menjadi pemimpin jujur amanah, transparansi di segala bidang”.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Danramil Bojonggambir beserta anggotanya, Kapolsek Bojonggambir beserta anggotanya, Camat Kecamatan Bojonggambir beserta staf dan para tamu undangan dari berbagai unsure.
Jumlah hak pilih Desa Wandasari sebanyak 2.660 hak pilih, yang hadir 1865 hak pilih. Sebagai hasil akhir pemilihan Kepala Desa Wandasari diperoleh suara terbanyak oleh Wawan Kartiwan S.Ip dengan nomor urut I dengan perolehan suara 1.486 suara, sedangkan kamal no urut 2 memperoleh suara 365 suara, yang tidak sah/blangko 14 suara.

Ucup S.Pd Ketua Panitia Pilkades dalam sambutannya mengatakan “Alhamdulillah Pilkades Desa Wandasari berjalan lancar aman sukses tanpa ekses. Pemilihan Pilkades Desa Wandasari dimenangkan oleh Kandidat nomor I yaitu Wawan Kartiwan S.Ip, untuk periode 2013/2019. (LM-09)

Ciamis Kucurkan Dana Rp. 62 M Untuk Perikanan

Posted by Unknown Kamis, 03 Oktober 2013 0 komentar
Ciamis, Lintas Metro
Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2013 telah menyalurkan anggaran sebesar Rp. 62,3 Miliar untuk membangun perikanan dan kelautan di Kabupaten Pangandaran.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ciamis Sutriawan mengatakan, “Anggaran sebesar Rp. 62,3 Miliar dari APBD Jawa Barat dan Pusat tersebut dialokasikan untuk program pemberdayaan dan  pengendalian sumber daya kelautan, kemudian mengingat  kesadaran hukum dalam pendayagunaan sumberdaya laut. Pengembangan perikanan , budi daya,Pengembangan Usaha Minat Desa (PUMP) dan untuk pengembangan perikanan tangkap. Pengembangan budi daya laut air payau, air tawar, hibah kepada kelompok pembudidaya ikan,serta himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI). “Sejak dulu komitmen pemerintah untuk pengembangan perikanan dan kelautan di Pangandaran sangat tinggi ,ini menjadi PR untuk pemerintah Kabupaten Pangandaran kedepan agar melanjukan program yang sudah dicanangkan oleh Kabupaten induk”. Ujar Sutriaman usai menyambut Tim Penilai Unit Pembenihan Rakyat Provinsi Jawa Barat Minggu (29/9).

Menurut Sutriaman, Pangandaran tidak hanya memiliki potensi perikanan laut tapi juga perikanan air payau dan air tawar, bahkan potensi terbesar dari perikanan air tawar ada di Pangandaran, seperti budidaya ikan gurame dan udang. Seperti yang terrjadi saat ini salahsatu kelompok Unit Pembinihan Rakyat (UPR) di Kecamatan Cijulang masuk nominasi UPR terbaik tingkat Jwa Barat. (Asep Akasah)

SAJIWA Memimpin,Kuasai 59,98 % Suara

Posted by Unknown 0 komentar
Ciamis, Lintas Metro
Calon Bupati dan Wakil Bupati pasangan No. Urut 1 H.IIng Syam Arifin dan Jeje Wiradinata (SAJIWA) akhirnya ditetapkan sebagai pasangan terpilih dengan perolehan suara tertinggi, setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ciamis menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dalam Rapat Pleno terbuka, minggu yang lalu di Gedung Islamic Center.
Pasangan SAJIWA nomor urut 1meraih 495,522 suara (59,97%), disusul pasangan nomor urut 2 Berkah (Bagus Arifin-Akasah) 157,701, sementara posisi ke 3 diraih pasangan no urut 3 ( Budi- Mita) 146,021 suara (17,69%) ,urutan terakhir  Heded (Hedy-yadi) no urut 4 26,941 suara ( 3,26%). Total jumlah suara 826,185. Rapat pleno KPUD yang dijaga ketat aparat TNI/Polri itu disaksikan langsung pasangan H.Iing Syam Arifin –Jeje Wiradinata,Bagus-Akasah ,Budi tanpa didampingi Mita,sedangkan pasangan indipenden saat itu tidak hadir dilokasi.
Ketua KPU Kikim Tarkim, mengatakan, Rapat Pleno terbuka tersebut merupakan rangkaian tahapan penghitungan suara di tingkat KPU. Sebelumnya penghitungan perolehan suara telah dilakukan ditingkat Desa dan Kecamatan di Kabupaten Ciamis’’hasil rekapitulasi yang sudah ditetapkan pasangan H.IinSyam Arifin-Jeje Wiradinata meraih suara terbanyak dengan perolehan suara 495.522 suara’’. Ujarnya.
Seluruh panitia pemilihan Kecamatan (PPKS), kata Kikim sudah menyampaikan hasil rekapitulasi suara tanpa ada satupun saksi yang mengajukan keberatan, padahal format keberatan dan kejadian khusus sudah disiapkan oleh KPU. “Keberatan saksi dan laporan khusus  di seluruh Kecamatan nihil”. Ujarnya.

Komisioner KPUD Ciamis Ade Rusmana menambahkan, “setelah penetapan hasil rekapitulasi suara ini KPUD Kabupaten Ciamis akan menunggu selama tiga hari, tempo waktu yang telah ditentukan, apakah ada gugatan ke Mahkamah Kontitusi (MK)  atau tidak,  jika tidak ada gugatan hasil rekapitulasi ini selama tiga hari  KPUD akan menggelar Rapat Pleno Internal penetapan calon terpilih”. Ujarnya. (Asep Akasah).

PARADIGMA BARU MENUJU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Posted by Unknown Kamis, 19 September 2013 0 komentar

Oleh : IING SOLIHIN, M.Pd

Dunia pendidikan Indonesia terus berbenah diri, demi tercapainya tataran hasil yang baik, terutama pada era globalisasi dewasa ini tuntutan Out put pendidikan harus mampu bersaing secara global dan Internasional, sehingga persaingan lapangan kerja bangsa kita mampu  menjadi pemenang baik untuk lapangan kerja dalam negeri maupun luar negeri, hal tersebut tidak dapat dipungkiri diperlukan penangan yang serius mulai dari tataran pendidikan formal maupun non formal  pendidikan di Indonesia. Untuk mencapai terselenggaranya pendidikan bermutu dewasa ini muncul paradigma baru dengan istilah manajemen pendidikan yang difokuskan pada otonomi, akuntabilitas, akreditasi dan evaluasi. Keempat pilar manajemen pendidikan ini diharapkan pada akhirnya mampu menghasilkan pendidikan bermutu dan meningkatnya daya saing sumber daya manusia sekaligus mampu membawa perubahan bagi bangsa Indonesia kedepan, apalagi baru-baru ini bangsa Indonesia oleh Luar negeri dikatagorikan sebagai Negara yang gagal, dengan  adanya paradigma pendidikan baru maka akan terjadi adanya perubahan mind set untuk mencetak out put yang lebih berkualitas yang pada akhirnya mampu membawa perubahan yang lebih baik terhindar dari sikap dan prilaku buruk yang saat ini terjadi . Menurut (Wirakartakusumah, 1998) keempat pilar manajemen pendidikan yaitu :
1. Mutu
Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya. Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan. Karakteristik mutu dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Dalam pendidikan, mutu adalah suatu keberhasilan proses dan hasil belajar yang menyenangkan dan memberikan kenikmatan. Pelanggan bisa berupa mereka yang langsung menjadi penerima produk dan jasa tersebut atau mereka yang nantinya akan merasakan manfaat produk atau hasil dan jasa tersebut.


2. Otonomi
Pengertian otonomi dalam pendidikan belum sepenuhnya mendapatkan kesepakatan  pengertian dan implementasinya. Tetapi paling tidak, dapat dimengerti sebagai bentuk pendelegasian kewenangan seperti dalam penerimaan dan pengelolaan peserta didik dan staf pengajar/staf non akademik, pengembangan kurikulum dan materi ajar, serta penentuan standar akademik. Dalam penerapannya di sekolah, misalnya, paling tidak bahwa guru/pengajar semestinya diberikan hak-hak profesi yang mempunyai otoritas di kelas, dan tak sekedar sebagai bagian kepanjangan tangan birokrasi di atasnya.
3. Akuntabilitas
Akuntabilitas diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan output dan outcome yang memuaskan pelanggan. Akuntabilitas menuntut kesepadanan antara tujuan lembaga pendidikan tersebut dengan kenyataan dalam hal norma, etika dan nilai (values) termasuk semua program dan kegiatan yang dilaksanakannya. Hal ini memerlukan transparansi (keterbukaan) dari semua fihak yang terlibat dan akuntabilitas untuk penggunaan semua sumberdayanya.
4. Akreditasi
Akreditasi merupakan suatu pengendalian dari luar melalui proses evaluasi tentang pengembangan mutu lembaga pendidikan tersebut. Hasil akreditasi tersebut perlu diketahui oleh masyarakat yang menunjukkan posisi lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam menghasilkan produk atau jasa yang bermutu. Pelaksanaan akreditasi dilakukan oleh suatu badan independen yang berwenang. Di Indonesia pelaksanaan akreditasi pendidikan untuk Perguruan Tinggi dilakukan oleh Badan
Akreditasi Nasional (BAN) dan sekolah-sekolah menengah ke bawah oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS).          
5. Evaluasi
Evaluasi adalah suatu upaya sistematis untuk mengumpulkan dan memproses informasi yang menghasilkan kesimpulan tentang nilai, manfaat, serta kinerja dari lembaga pendidikan atau unit kerja yang dievaluasi, kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Evaluasi bisa dilakukan.
Dalam hal ini kewenangan atau otoritas suatu sekolah lebih menonjol dan dapat mengambil keputusan sendiri sepanjang tidak melanggar kaidah-kaidah normatif. Dengan dikeluarkannya Permendiknas No 63 tahun 2009, tentang sistem penjaminan mutu pendidikan menyebabkan tiga pilar utama yang bertanggungjawab terhadap pendidikan yaitu unsur pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat, ketiga pilar ini harus bersama-sama mengaktualisasikan peningkatan mutu pendidikan dewasa ini, karena pendidikan di Indonesia sampai saat ini cenderung belum mampu bersaing dengan nagara lain yang telah maju,  padahal pada masa globalisasi dewasa ini bangsa kita sangat penting untuk memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan agar kita dapat bersaing secara Internasional.  Lalu apa yang menjadi pengahambat kemajuan mutu  dunia pendidikan Indonesia dewasa ini ?.   kaitan dengan ini perlu untuk ditelaah  pendapat Fullan (1985) mengatakan bahwa keberhasilan pembaharuan pendidikan tergantung pada apa yang difikir dan dilakukan guru.
Maka guru sebagai manusia pekerja perlu diperhatikan faktor yang bisa mendorong ia bisa eksis dalam pekerjaannya.  Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Bab I Ketentuan Umum,pasal I). Guru wajib memiliki kulifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 8). Lebih lanjut dijelaskan dalam pasal 10 ayat 1 : Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam PP Nomor 38 Tahun 1992 pasal 3 ayat (1)  sampai (3) “Tenaga Pendidikan terdiri atas tenaga pendidik, pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti dan pengembang di bidang pendidikan, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar, dan penguji”, dalam hal ini guru merupakan salah satu komponen utama dalam pendidikan, maka guru dituntut untuk professional, Sudarwan Danim (2002:22),  mengatakan ada tiga pilar pokok untuk suatu profesi, yaitu pengetahuan, keahlian dan persiapan akademik, sehingga orang yang dikatakan profesional adalah orang yang memiliki sikap yang berbeda dengan yang tidak professional.
Dengan demikian guru yang professional adalah guru yang dapat memenuhu empat kompetensi sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku dewasa ini, tugas guru sangat berat terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini dan profesionalisme guru bukan hanya selembar sertifikat belaka  yang kemudian dapat memperoleh tambahan penghasilan melalui sertivikasi tapi diharapkan guru-guru akan lebih optimal bekerja keras, inovati, kreatif dalam bekerja sehingga tuntutan peningkatan mutu pendidikan dapat meningkat sesuai dengan standar yang diharapkan bersama….Semoga
                                                                                    Guru SMPN 1 Rajadesa


widget 1

Surat Kabar Umum Lintas Metro Online

widget 2

widget 3

widget 4

Terimakasih Atas Kunjungan Anda